Uncategorized

Kepadamu; Sang Tegar

Sulit bagiku menerka sesungging senyum diwajahmu
Sebab tawamu mampu memutarbalikkan luka
Usah becadar ceria jika tangis adalah jawabnya
Menangislah jika perih tak lagi mampu kau sepuh
Biarkan dirimu luruh dalam kesedihan
Bukankah tersenyum saat terluka lebiih menyakitkan dari pada melahirkan air mata?
Berhentilah menegarkan hati bila bahagia tak bisa terjamah Bersandarlah jika gundah kian mendera
Bu, hidupmu seakan berputar dalam kisaran waktu
Yang tak lekas berlalu
Masih ada sepenggal luka beku di hatimu
Bahkan gemericik di pualam pipimu sarat akan kepedihan jejak langkah, suka-duka
Seolah kawan sejati mencumbumu di setiap hari
Bu, benarkah luka dihatimu masih belum mereda?
Dan masihkah kau mengingini segala keutuhan itu?
Ah, usah memalingkan wajah
Sungguh pun aku mengerti
Karena cinta dihatimu tak mengenal ruang dan waktu

//

Iklan
Standar